Showing posts with label Liga Calcio Serie A. Show all posts
Showing posts with label Liga Calcio Serie A. Show all posts

Trio Target Roberto Mancini

Tidak ada pergantian signifikan dalam staf kepelatihan Inter Milan di musim depan. Itulah pernyataan pelatih Nerazzurri, Roberto Mancini menanggapi masih kencangnya isu yang berkembang di media massa Italia, bahwasanya mantan manajer Chelsea, Jose Mourinho, bakal menukangi Javier Zanetti dkk mulai musim 2008-09.

Seperti diketahui, Mancini pernah menyatakan keinginannya untuk mundur sebagai pelatih seusai kekalahan Inter Milan di tangan Liverpool di babak 16 besar Liga Champions, 11 Maret lalu. Keputusan Mancini itu kemudian diralatnya sendiri setelah ia bertemu dengan patron klub, taipan Italia, Massimo Moratti.

Mancini menegaskan jika sejauh ini hubungannya dengan pemilik klub baik-baik saja. Karenanya, Mancini mengklaim ia masih dipercaya untuk menangani tim musim depan. “Tidak ada masalah dengan Moratti. (Justru) Kami telah membicarakan rencana kami di musim depan,” tegas Mancini seperti yang dikutip Football Italia.

Rencana yang dimaksud Mancini adalah memburu sejumlah pemain baru di bursa transfer mendatang. Ada tiga pemain yang menjadi target utama (prioritas) bagi Mancini. Yaitu, gelandang Arsenal asal Belarusia, Alexander Hleb, midfielder Udinese asal Swiss, Gokhan Masera Inler, dan bek sayap Genoa kelahiran Prancis, Abdoulay Konko.

“Saya sedang bekerja mempersiapkan komposisi skuad yang baru. Ketiga pemain tersebut masih berusia muda. Merekalah tipe pemain yang kami sukai,” aku Mancini, 43 tahun. Pernyataan tersebut kian membenarkan rumor yang berkembang selama ini bahwa Nerazzurri memang memburu Hleb (Baca: Nerazzuri Boyong Hleb?).

Football Italia mengklaim jauh-jauh hari Mancini telah membidik Konko, 24 tahun, yang merupakan produk akademi yunior Juventus. Di bursa transfer musim dingin Januari lalu, Mancini ngotot meminta dana kepada Moratti untuk memboyong pemain yang lahir di Marseille itu. Namun, ketika itu Moratti menolak keinginan Mancini. Kabarnya, faktor penolakan Moratti itu menjadi salah satu sebab di balik pengunduran Mancini.
source: www.liputanbola.com

Baca selengkapnya >>>

Ibrahimovic Lirik Inggris dan Spanyol

Striker Inter Milan, Zlatan Ibrahimovic melontarkan pernyataan sensasional. Top skorer Nerazzuri itu menyatakan tertarik untuk menjajal kemampuannya di Inggris atau Spanyol. Terasa semakin samar saja masa depan Ibrahimovic di Inter setelah ia melayangkan kekecewaannya pada Roberto Mancini, pelatih Inter, karena ditarik keluar ketika menghadapi Palermo, 16 Maret.

Walau sudah menampiknya (Baca: Ibra Tepis Lecehkan Mancini), yang jelas pernyataan Ibrahimovic tidak menyehatkan masa depannya di Stadio Giuseppe Meazza. Striker berusia 27 tahun itu sedang menjalani masa penyembuhan cedera lutut di Malmo, Swedia (Baca: Inter Pulangkan Ibrahimovic).

Dalam beberapa pemberitaan Ibrahimovic dikait-kaitkan dengan Chelsea dan Real Madrid. Kepada Swedish TV, pemain berjuluk Ibracadabra membenarkan masa depannya bersama Inter tidak menentu. Ia juga berkata: “Saya merasa senang di Italia, tapi saya tidak tahu apa yang bakal terjadi beberapa tahun berikutnya.”

Mantan bintang Ajax Amsterdam dan Juventus ini kabarnya tinggal selangkah lagi memperpanjang kontrak. Inter sejak akhir tahun lalu menyiapkan kontrak baru yang bayarannya berkali-kali lipat dari kontrak yang dijalaninya saat ini (Baca: Ambisi Inter Naikkan Pamor Ibrahimovic). Namun sampai menjelang akhir musim belum ada proposal kontrak yang ditandatangani.

“Bermain di Inggris (Liga Premier) atau Spanyol (La Liga) jadi dambaan saya. Keduanya liga yang mengedepankan teknik, sama seperti level terelite di Italia (Serie A),” imbuhnya. Kesempatan bermain di Liga Premier pernah begitu terbuka. Ia sempat diuji kelayakannya oleh Arsenal namun saat masih bermain untuk Malmo FF, Arsene Wenger menampik kesempatan memboyongnya. Musim ini menjadi musim paling produktif bagi Ibrahimovic di Serie A. Ia sejauh ini sudah menghasilkan 15 gol dari 24 penampilan.
source: www.liputanbola.com

Baca selengkapnya >>>

Ada Saran Di Balik Gol Balotelli

Usianya muda tapi aksinya di lapangan hijau sudah membuat banyak orang berdecak kagum. Harapan Inter Milan meraih kesuksesan di masa depan bisa dipercaya masih akan berlanjut dengan kehadiran penyerang tajam Mario Balotelli, 17 tahun.

Senin dinihari (WIB) kemarin, Balotelli memberi kontribusi konkret bagi Inter dalam mempertahankan gelar scudetto. Aksinya berhasil mencetak gol penegas kemenangan 2-0 dari Fiorentina di Stadio Giuseppe Meazza. Gol tersebut menjadi gol kedua Balotelli di Serie A musim ini. Belum termasuk kiprahnya di Coppa Italia.

Tidak percuma allenatore Roberto Mancini mempercayakan starting line-up. Balotelli mampu membangkucadangkan penyerang senior dan sudah punya nama mentereng seperti Hernan Crespo dan David Suazo. Tambahan poin maksimal yang membuat Nerazzuri menjaga jarak dari kejaran AS Roma.

Latihan keras membuatnya tajam. Di Primavera ia merupakan salah satu pencetak gol terbanyak dan sukses membawa Inter jadi jawara untuk level U-20. Namun selain berlatih, Ia juga rajin meminta saran yang sekiranya mampu mendongkrak penampilannya, termasuk gol yang tidak mampu dihentikan Sebastian Frey, kiper Fiorentina, yang tampil apik kemarin.

“Mereka mengatakan Sebastian Frey tampil sangat bagus sepanjang pertandingan. Tidak salah karena berkali-kali ia memperlihatkan penyelamatan luar biasa,” ujar Balotelli kepada Inter Channel. Tapi, “Teman saya Sergio Viotti, yang merupakan kiper Brescia, mengatakan jika saya berada dalam situasi satu lawan satu saya harus menendang bola secepatnya.”

Dan itu dipraktekannya setelah lolos dari perangkap offside. “Saya benar-benar sangat senang dengan gol dan performa kami secara keseluruhan karena kami bermain dengan kesungguhan hati,” imbuhnya.

Dari apa yang diungkapkannya jelas sekali totalitas seorang Balotelli. Ia tidak segan-segan meminta saran dan pendapat kelemahan lawan walaupun pada hakekatnya faktor utama terletak pada kemampuannya sendiri. Mancini yang notabene mantan seorang penyerang hebat tahu betul kapabilitas stiker asuhannya dan ia yakin betul masa depan Balotelli begitu cerah. Sayang penampilan apiknya tercoreng sedikit dengan kartu kuning yang diterima beberapa menit sebelum ia ditarik keluar.
source: www.liputanbola.com

Baca selengkapnya >>>

Inter Terus Melaju

Inter Milan kembali melaju dalam perlombaan merebut scudetto. Kemenangan 2-0 (0-0) atas Fiorentina pada lanjutan Serie A yang digelar Minggu (13/04)
membuat Inter kembali menjauhkan diri dari kejaran Roma. Kini, Inter unggul empat poin atas seterunya tersebut.

Dalam pertandingan ini, Inter harus kehilangan Nelson Rivas karena cedera. Rivas “menyusul” rekan-rekannya di lini belakang yang telah lebih dulu absen karena cedera, yakni Walter Samuel dan Ivan Cordoba. Zlatan Ibrahimovic juga masih belum dapat merumput akibat masalah pada lututnya. Untuk itu, Roberto Mancini memasang duet Mario Balotelli-Julio Cruz di lini depan.

Fiorentina menatap pertandingan ini dengan penuh rasa optimis. Pasalnya, pada pertandingan tengah pekan lalu, La Viola sukses menaklukkan PSV Eindhoven di perempat final Piala UEFA. Walau begitu, terdapat sedikit rasa cemas di benak para pemain. Sebab, Fiorentina juga kehilangan Marco Donadel yang masih harus menjalani hukuman, dan Franco Semioli yang dibekap cedera.

Fiorentina memiliki peluang terlebih dahulu saat sundulan Santana terarah ke gawang Julio Cesar, namun sundulannya masih melebar. Beberapa saat kemudian, kecerobohan Marco Materazzi membuat Ricardo Montolivo dapat menembakkan bola ke gawang Inter. Beruntung bagi Inter, sepakan tersebut tidak menjadi gol lantaran membentur tangan Cesar.

Inter mencoba menekan Fiorentina, namun mereka belum dapat memetik hasilnya. Berkali-kali Sebastian Frey melakukan penyelamatan gemilang. Di sisi lain, Fiorentina juga bukannya tanpa peluang. Beberapa kali pula, kerjasama Adrian Mutu, Zdravko Kuzmanovic, dan Giampaolo Pazzini membuat lini belakang Inter serta Cesar kewalahan menghadapinya. Namun demikian, peluang-peluang tersebut tidak satupun yang mampu diwujudkan menjadi gol. Sampai turun minum, skor tetap imbang tanpa gol.

Sepuluh menit babak kedua berlangsung, Inter memecah kebuntuan. Patrick Vieira yang berhasil melepaskan diri dari penjaganya, tanpa kesulitan mengirim bola pada Esteban Cambiasso. Tidak menyia-nyiakan peluang, Cambiasso langsung melepaskan tembakan susulan ke gawang Roma. Kali ini Doni.

Inter akhirnya memperbesar keunggulan mereka. Adalah bintang muda, Mario Balotelli, yang menjadi aktornya. Balotelli yang berhasil lolos dari perangkap ofii side berlari menyongsong umpan terbosan Cruz.. Tanpa menemui kesukaran Balotelli mencetak gol kedua Inter. Dan, hasil ini pun bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
source: www.liputanbola.com

Baca selengkapnya >>>

Habisi Udinese, Roma Terus Bayangi Inter

Berlaga di kandang sendiri, Udinese gagal memanfaatkan semua keuntungan sebagai tuan rumah. Publik Friuli sempat bersorak gembira saat Antonio Di Natale menyarangkan bola ke gawang Roma pada menit ke-51. Namun kegembiraan mereka tidak bertahan lama. Tiga gol balasan Roma yang dibukukan Mirko Vucinic, Rodrigo Taddei, dan Ludovic Giuly segera menghapus senyum di wajah para tifosi Udinese. Tim kesayangan mereka kalah 1-3, sekaligus tertahan di peringkat ketujuh. Sementara, hasil ini disambut positif oleh kubu Roma. Tiga poin dari Udinese memangkas jarak mereka dengan Inter Milan menjadi satu poin.

Roma yang kembali diperkuat Fransesco Totti memulai pertandingan ini dengan melancarkan serangan berbahaya. Tembakan David Pizarro di awal pertandingan seolah menjadi peringatan bagi Udinese akan betapa berbahayanya serangan Roma. Tidak mau kalah, Udinese juga melancarkan tekanan. Setelah mampu melewati Mexes, Di Natale melepaskan tembakan ke gawang Giallorossi, namun Doni masih mampu menyelamatkan gawangnya dari tembakan tersebut.

Kembalinya Totti setelah absen dalam beberapa pertandingan, membuat dirinya selalu menjadi tujuan umpan-umpan pemain Roma. Namun, Il Capitano terlihat agak kesulitan menangani seluruh umpan yang tertuju pada dirinya. Totti akhirnya mendapat kesempatan untuk melepaskan tembakan ke gawang Udinese, saat Roma mendapat hadiah tendangan bebas. Sayang, sepakan Totti masih dapat dihalau kiper Udinese, Samir Handanovic. Bagitupun, serangan tersebut seolah menjadi awal dominasi Roma. Sebab, di menit-menit selanjutnya kendali permainan berada di tangan Totti dkk.

Kedua tim akhirnya menemukan ritme permainannya. Roma yang memiliki lebih banyak peluang selalu gagal menyarangkan bola, akibat lemahnya penyelesaian akhir serta penyelamatan gemilang Handanovic. Babak pertama pun ditutup dengan skor imbang, 0-0.

Lima menit babak kedua berlangsung, Udinese memimpin lewat gol Di Natale. Setelah melewati penjaganya, Di Natale menyambut umpan silang Andrea Dossena dengan sundulan kepala. Bola hasil sundulan Di Natale pun menembus gawang Roma tanpa mampu dijangkau Doni.

Tersentak dengan gol Di Natale, Roma berusaha terus-menerus menekan tuan rumah. Hasilnya segara mereka tuai di menit ke-64. Menerima umpan Pizarro, Vucinic mengontrol bola tersebut dengan dada, sebelum kemudian melepaskan tembakan jarak dekat ke gawang Handanovic. Kali ini, kiper yang memperlihatkan permainan gemilang di babak pertama tersebut tidak berkutik. Kedudukan imbang, 1-1.

Pertandingan berjalan makin seru karena kedua tim saling melancarkan serangan. Meski Roma tetap lebih banyak menekan Udinese, namun skuad Pasquale Marino ini juga berbahaya saat melancarkan serangan balik. Adalah Taddei yang mampu memecah kebuntuan tersebut. Diawali dari umpan terobosan De Rossi, Taddei memutar badan sebelum kemudian melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti. Bola tembakan Taddei masuk, tim tamu pun berbalik memimpin.

Giuly akhirnya melengkapi kemenangan Roma dengan golnya di menit ke-90. Bola kiriman Matteo Brighi diterima dengan baik oleh Giuly, bek Udinese sempat mengira Giuly berada dalam posisi off side, namun wasit tidak mengangkat bendera. Dengan mudah, Giuly pun menyarangkan gol ketiga Roma ke gawang Handanovic.
Source: www.liputanbola.com

Baca selengkapnya >>>

Nerazzuri Boyong Hleb?

Sudah sejak sebulan belakangan Inter Milan dihubung-hubungkan dengan gelandang serang Arsenal, Alexander Hleb. Maret lalu, Hleb dikabarkan menggelar pembicaraan rahasia dengan kubu Nerazzuri. Ironisnya, pembicaraan itu dilakukan ketika Arsenal sedang berlaga kontra AC Milan di Liga Champions.

Kabar itu membuat Arsene Wenger ‘kebakaran jenggot’. Manajer Arsenal itu merasa Inter bermain lewat jalur belakang, atau melakukan pendekatan dengan pemainnya menggunakan cara-cara ilegal. Wenger sempat mengancam Inter pada otoritas sepakbola Eropa (UEFA) (Baca: Wenger Wanti-wanti Inter).

Lantas kabar itu dibantah keras kubu Inter. Agen Hleb yang juga ada di Kota Milan saat itu juga menyatakan kliennya keluar hotel hanya untuk jalan-jalan sambil mencari es krim. Entah mana yang benar. Yang pasti, Sabtu (12/04) ini, tersiar laporan dari sejumlah media Italia bahwa Hleb menyetujui untuk bergabung dengan Nerazzuri.

Gelandang internasional Belarusia itu setuju kontrak lima tahun yang disodorkan Inter dengan nilai transfer 11 juta pound atau Rp 200,2 miliar. Bayaran yang akan diterima Hleb, 26 tahun, sekitar 2 juta pound (Rp 36,4 miliar) per tahun atau lebih dari Rp 755 juta per pekan. Jika benar fee sudah tercantum, logikanya berarti Arsenal sudah memberi lampu hijau.

Jatuhnya pilihan Inter pada Hleb dilandasi pada tidak pastinya Luis Figo menentukan sikap. Pernah Figo menyatakan gantung sepatu setelah musim ini berakhir, tapi di lain sisi ia ingin bertahan di Inter. Isu kuat juga berkembang kalau gelandang gaek Portugal itu ingin bergabung dengan David Beckham ke Amerika Serikat guna menyemarakkan Major League Soccer (MLS), sebelum kembali ke Portugal meretas karir pelatih.

Kandidat suksesor Figo di Inter termasuk juga Deco. Tapi Inter enggan karena gelandang Barcelona itu sudah terlalu tua. Selain itu ada juga winger potensial Spanyol yang bermain untuk Sevilla, Diego Capel. Sementara Hleb berhembus rumor juga diminati oleh Barcelona. Utamanya, Inter mambutuhkan seorang gelandang yang bisa bermain apik di posisi melebar.

Baca selengkapnya >>>

Salihamidzic Tentukan Kemenangan Juventus

Duel Juventus versus AC Milan menjadi partai dua tim paling dominan di Serie A Italia. Bukan partai kunci menuju scudetto,
tapi sarat gengsi dan pertaruhan harga diri penguasa Italia utara. Bianconeri membutuhkan kemenangan demi mengamankan posisi di zona Liga Champions. Di satu sisi Milan sadar hanya kemenangan yang bisa menghidupkan peluang mereka tampil di Liga Champions musim depan. Pelatih Milan, Carlo Ancelotti total merubah skema pertahanan, plus absennya Alexandre Pato. Sedangkan allenatore Juventus, Claudio Ranieri tidak bisa menurunkan Cristiano Zanetti dan Pavel Nedved.

Aroma persaingan sengit kedua tim terasa sejak kick-off dibuka wasit Rocchi. Tembakan Alessandro Del Piero yang belum menemui sasaran membuka peluang. Dan il capitano Juventus itu pula yang membuka skor di menit ke-12. Menerima bola dari Mauro Camoranesi yang melakukan tusukan di sektor kanan, Del Piero melepaskan tendangan kaki kanan dari sudut lumayan sempit. Bola mendatar diarahkan ke sudut tiang jauh dan memperdayai Zeljko Kalac yang berusaha menghalau dengan kaki. Publik Turin bersorak girang Juve memimpin 1-0.

Milan merespon. Sempat gagal karena tendangannya masih mendarat di jala samping, Filippo Inzaghi membuat skor kembali imbang dua menit kemudian. Dari umpan Kaka yang terukur, Inzaghi mencetak gol pertamanya ke gawang Juventus di Turin. Diwarnai tukar serangan sebelumnya, Milan memimpin 2-1 menit ke-31 lewat gol yang terskema indah.

Kerjasama Masimmo Ambrosini dan Daniele Bonera mengecoh pertahanan Juventus yang menerapkan perangkap offside. Bonera yang sudah lolos offside bertindak cerdik. Melihat Gianluigi Buffon sudah menutup ruang tembak, Bonera mengirim umpan pada Inzaghi yang berdiri bebas. Sekali lagi Inzaghi mengoyak gawang mantan klubnya. Super Pippo belum kehilangan taji. Empat gol dalam dua pekan, setelah sebelumnya hanya membukukan sebuah saja.

Juventus merespon dengan keluar menyerang tapi Rossoneri yang mengancam. Tembakan voli kaki kanan Kaka membuat Buffon berjibaku di menit ke-37. Kiper terbaik Italia itu juga harus mengamankan bola lepas dari sergapan Inzaghi yang siap mencocor.

Di saat Milan kehilangan konsentrasi menjelang turun minum Juventus menyamakan kedudukan. Umpan lambung Camoranesi di sisi kanan disambut sundulan David Trezeguet yang sepanjang babak pertama jadi kartu mati di depan. Kalac mampu menepis dengan kaki tapi bola muntah tepat jatuh pada Hasan Salihamidzic yang dengan cermat mengoyak gawang Milan.

Di awal babak kedua Zdenek Grygera nyaris membukukan gol pertama musim ini lewat keras kaki kanan dari jarak 34 meter. Bola yang meluncur kencang mampu dimentahkan Kalac. Drama itu mencapai titik balik menit ke-66. Tekel keras Bonara pada Mohamed Sissoko membuahkan kartu merah langsung. Untungnya, Sissoko berhasil melanjutkan permainan.

Melihat gelagat ini, Ancelotti menarik Inzaghi dan memasukkan Cafu. Imbang sudah hasil positif bermain dengan 10 orang. Serangan Juve belum menemui target. Ranieri lantas memasukkan Vincenzo Iaquinta menggantikan Trezeguet. Iaquinta lebih aktif mengganggu konsentrasi pertahanan Milan sampai akhirnya gol kemenangan tercipta menit 10 menit sebelum bubaran.

Berawal dari tembakan bebas di sektor kanan, Salihamidzic yang berada di posisi tepat tanpa kawalan menanduk bola. Free header dan Kalac tidak bisa berbuat apa-apa. Salihamidzic menjadi pahlawan kemenangan. Del Piero memiliki peluang melipatgandakan kemenangan dari situasi satu lawan satu. Tapi sayang tembakan voli Del Piero mengarah ke kaki Kalac.

Juventus aman di posisi ketiga dengan mengoleksi 62 poin dari 32 pertandingan yang sudah dimainkan. Juventus merapatkan jarak dengan AS Roma yang kini terpaut tujuh poin. Milan gagal mendekatkan diri dengan peringkat keempat yang ditempati Fiorentina. Keduanya terpaut empat poin namun La Viola punya keuntungan tabungan satu pertandingan.

Sesaat sebelumnya Palermo yang bermain di Stadio Renzo Barbera memukul Catania lewat kemanangan tipis 1-0. Dalam duel tidak kalah panas bertajuk derby Sisilia itu gol semata wayang Rosanero dipersembahkan oleh Fabrizio Miccoli enam menit sebelum waktu normal berakhir. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan kedua beruntun setelah comeback-nya pelatih Stefano Colantuono. Buat Catania, kekalahan itu menjadi awal yang buruk bagi debut pelatih Walter Zenga.

Susunan pemain:
Juventus: Buffon; Grygera, Legrottaglie (Stendardo 51 (kk)), Chiellini, Molinaro; Camoranesi (kk) (Nocerino 90), Tiago, Sissoko (kk), Salihamidzic; Del Piero, Trezeguet (Iaquinta 78).
Milan: Kalac; Bonera (km), Simic, Maldini, Favalli; Gattuso (Gilardino 83), Pirlo (Brocchi 89), Ambrosini (kk); Kakà, Seedorf; Inzaghi (Cafu 69).

Baca selengkapnya >>>

Soros Akan Takeover Roma?

Perputaran uang dalam sepakbola modern sungguh luar biasa. Tidak heran, banyak tokoh populer dunia kini turut ambil bagian dalam sepakbola, dengan berperan sebagai pemilik. Contoh paling mudah dapat dilihat pada Liga Inggris, di sana dapat ditemui Roman Abramovich (Chelsea), duet Amerika Tom Hicks-George Gillett (Liverpool), dan Thaksin Sinawatra (Manchester City). Kini ada satu nama lagi yang dikabarkan ingin turut ambil bagian sebagai pemilik klub sepakbola, yakni George Soros.

Beberapa pekan belakangan, media-media di Italia ramai memberitakan kalau AS Roma akan menjual sahamnya, lantaran perusahaan yang menguasai saham mayoritas Roma, Italpetroli, terlilit hutang sebesar 370 juta Euro. Beberapa pebisnis Amerika telah menyatakan minat mereka, namun perhatian paling serius ditunjukkan oleh Soros.

Harian Italia La Repubblica melansir berita yang menyatakan bahwa spekulan Amerika ini sedang menimbang-nimbang niatnya tersebut. Dalam waktu dekat Soros akan memeriksa keuangan Roma, sebelum ia mengambil keputusan apakah dirinya jadi melakukan take over pada klub berjuluk Giallorossi tersebut dalam waktu sepuluh hari. Sebagai bagian dari rencananya menguasai Roma, Soros ingin membangun stadion baru, dan akan mengikuti langkah Arsenal yang pindah dari Highbury ke Emirates pada 2006.

Spekulasi ini makin berhembus kencang saat, perwakilan administrasi Roma, Rosella Sensi, yang merupakan putri Presiden Roma Franco Sensi, tidak terlihat batang hidungnya kala Roma menjamu MU di perempat final Liga Champions, Rabu lalu (09/04). Diduga, saat itu ia melakukan pertemuan atau negosiasi dengan pihak Soros terkait wacana pembelian klub tersebut.

Namun Sensi segera menampik rumor tersebut dengan mengatakan bahwa saat itu dirinya menderita flu. Walau begitu ia menolak memberi komentar apapun terkait isu pembelian Roma oleh Soros. “Saya sakit dan harus beristirahat di rumah karena flu, meskipun terdapat kebohongan pada kabar-kabar yang menjelaskan mengapa saya absen saat pertandingan kontra Manchester (United),” selorohnya.

Baca selengkapnya >>>

Crespo Patah Arang?

Kontrak kerja Hernan Crespo bersama Inter Milan bakal berakhir 30 Juni 2008 mendatang. Besar kemungkinan, striker gaek asal Argentina berusia 32 tahun ini di bursa transfer musim panas bakal mencari klub baru. Pasalnya, mantan penyerang Chelsea ini dikabarkan telah patah arang dengan kebijakan atasannya, pelatih Nerazzurri, Roberto Mancini.

Di sepanjang musim ini, tahun kedua Crespo mengenakan kostum hitam-biru, kesempatannya untuk tampil dalam skuad Mancini tidaklah sebanyak musim lalu. Ditilik lebih lanjut, sampai pekan ke-32, Crespo baru tampil sebagai starter dalam 11 pertandingan. Jumlah itu setengah atau 50 persen dari total tampilan Crespo di musim 2006-07 (22 partai sebagai starter).

Meskipun dalam beberapa partai terakhir tampil sejak awal pertandingan, Crespo tetap yakin ia hanyalah striker keempat di bawah Zlatan Ibrahimovic, Julio Cruz, dan David Suazo. Itulah sebabnya, Crespo berang dengan Mancini (Baca: Crespo ‘Goyang’ Inter).

Kabar hengkangnya Crespo kembali dilansir media massa Italia, La Stampa. Seperti yang dikutip Goal, Crespo digosipkan bakal berlabuh ke Olimpico, markasnya Roma. Apalagi, beberapa waktu lalu, striker yang naik daun ketika memperkuat AC Parma itu memuji pasukan Luciano Spalletti, terutama 'Pangeran Roma', Francesco Totti (Baca, Crespo: Roma Menarik).

Namun, kabar keterkaitan Crespo dengan Giallorossi dibantah agennya, Fernando Hidalgo. “Saya telah berbicara dengan Roma terkait kemungkinan bergabungnya Crespo. Mereka mengaku tertarik kepadanya. Tapi, sangat sulit jika itu terlaksana musim depan,” kata Hidalgo.

Lantas, kemana Crespo akan berlabuh? La Stampa mengklaim, nama Crespo menjadi pilihan alternatif bagi Juventus yang sedang mendekati penyerang asal Brasil yang bermain bersama Palermo, Amauri. Andaikata kesepakatan kedua klub gagal, boleh jadi Crespo bakal terbang ke Turin.
Source: liputanbola.com

Baca selengkapnya >>>

Sampdoria Permanenkan Cassano

Membela Sampdoria sejak Agustus 2007, Antonio Cassano akhirnya mendapatkan status permanen dari klub asal Genoa tersebut. Kepastian ini dilansir harian Italia, La Gazzeta dello Sport yang menyebutkan bahwa Sampdoria telah mencapai kata sepakat dalam hal kontrak pemain 25 tahun ini.

Cassano memperkuat Sampdoria dengan status pemain pinjaman dari Real Madrid. Melihat penampilan menawan Cassano, tidak heran jika Blucerchiati berhasrat untuk mengikat sang pemain. Gayung bersambut, Cassano pun tidak memetik keuntungan kala bermain untuk Sampdoria. Namun, masih ada satu masalah yang menghambat niat Sampdoria untuk mempermanenkan Cassano, yakni soal gaji (Baca: Gaji, Ganjalan dalam Deal Cassano).

Kini kedua pihak dapat tersenyum lebar. Sampdoria menawarkan kontrak sampai 2012, yang telah disetujui oleh Cassano. Masalah gaji yang sebelumnya menjadi hambatan juga telah berhasil diselesaikan. Cassano setuju untuk dipotong gajinya sebesar hampir 50 persen, atau setara dengan 2 juta pound per musim.

Langkah Sampdoria selanjutnya tinggal memikirkan negosiasi harga dengan Madrid, sebagai imbalan pindahnya Cassano ke Luigi Ferraris. Adalah tugas Direktur Olahraga Sampdoria, Beppe Marrota, untuk membujuk direksi Madrid agar dapat melepas Cassano dengan harga serendah mungkin. Diperkirakan, jumlah tersebut adalah sekitar 3 juta pound. Jumlah yang sesuai dengan yang telah diperkirakan para pengamat sebelumnya.

Dengan kepastian masa depannya ini, tentu direksi dan para tifosi Sampdoria berharap Cassano dapat menunjukkan permainan terbaiknya. Target terdekat tentu adalah mengamankan posisi Sampdoria di zona Eropa, yang sampai saat ini masih belum aman dari rongrongan Udinese. Bagi Cassano sendiri, ia mestinya mulai dapat mengerem emosi yang kerap merugikan klub, serta sedikit banyak mempengaruhi peluangnya kembali ke barisan penyerang Timnas Italia.

Baca selengkapnya >>>

Inter Kembali Jauhi Roma

Inter Milan menjalani partai tandang ke Azzuri D’ Italia dengan membawa satu misi: meraih kemenangan. Hal ini menjadi sangat penting bagi skuad Roberto Mancini karena pada pertandingan kemarin, AS Roma sanggup memangkas jarak poin sampai satu poin.

Misi ini sukses mereka jalankan. Meski Atalanta sempat memberikan perlawanan sengit, namun Nerrazzuri masih terlalu tangguh bagi skuad Luigi Del Neri. Dua gol yang disumbangkan oleh Patrick Vieira dan bintang muda, Mario Balotelli, mengandaskan perlawanan tuan rumah sekaligus menjauhkan Inter dari kejaran Roma.

Atalanta menjalani pertandingan ini tanpa diperkuat Costinha, Zlatan Muslimovic, Leonardo Talamonti, dan Claudio Rifalta yang masih dibekap cedera. Sementara itu, Moris Carrozzieri masih menjalani hukuman. Di pihak Inter, kekuatan mereka pun tidak sempurna. Christian Chivu, Zlatan Ibrahimovic, dan David Suazo masih harus menyembuhkan cederanya. Untuk itu, Mancini memasang duet Balotelli dan Hernan Crespo di lini depan.

Inter membuka peluang di menit ketiga, sayangnya tandukan Hernan Crespo menyambut umpan Dejan Stankovic masih di atas mistar gawang. Inter kembali mengancam gawang Atalanta di menit ke-11, namun sepakan Vieira masih dapat dihalau kiper Atalanta, Fernando Coppola. Tendangan voli Esteban Cambiasso menyambut bola rebound pun masih belum menemui sasaran.

Gol yang dinanti-nanti pihak Inter baru terwujud di menit ke-21. Tendangan sudut Balotelli dapat ditanduk dengan sempurna oleh Vieira, dan mengubah skor menjadi 0-1. Pemain-pemain Atalanta sempat mengajukan protes karena menganggap Vieira melakukan pelanggaran saat berduel di udara dengan Pellegrino. Namun wasit memutuskan gol tersebut sah.

Setelah kebobolan, para pemain Atalanta berulang kali melancarkan serangan berbahaya. Namun sepakan Cristiano Doni di menit ke-36 masih melambung di atas mistar gawang. Begitupun saat Manuel Belleri yang hanya tinggal menaklukkan Kiper Inter, Julio Cesar, masih gagal menceploskan bola karena tembakannya melebar. Babak pertama pun berakhir dengan skor 0-1.

Atalanta meneruskan tekanannya di babak kedua. Namun mereka kembali gagal menyamakan kedudukan. Sepakan Langella masih melambung, sedangkan tembakan Sergio Floccari dapat diantisipasi dengan baik oleh Julio Cesar.

Memasuki menit ke-74, 22.000 tifosi Atalanta tersentak saat Inter memperbesar kedudukan lewat aksi Balotelli. Menerima umpan sodoran Julio Cruz, Balotelli tinggal berhadapan dengan Copolla. Tanpa kesulitan Balotelli melewati Copolla lantas menyarangkan bola ke gawang Atalanta.

Derita Atalanta belum usai. Pada menit ke-90, Cristiano Doni diusir wasit. Kartu merah ini diterima Doni setelah ia bereaksi penuh emosi dan mengeluarkan kata-kata kasar saat rekannya Giampolo Bellini dilanggar Vieira.


Baca selengkapnya >>>

Keyakinan Trapattoni akan Zenga

Menangani Catania selama sembilan bulan, Silvio Baldini tidak mampu membawa Gli Elefanti ke papan tengah atau minimal melepaskan diri dari zona degradasi. Meski saat ini mereka menempati peringkat ke-15, Catania belum pasti dapat lolos dari ancaman degradasi. Sebab, poin yang mereka miliki tidak jauh selisihnya dengan koleksi poin tim peringkat ke-16 sampai ke-19. Walhasil, manajemen Catania pun mengganti Baldini dengan Walter Zenga (Baca: Catania Tunjuk Zenga).

Meski memiliki kualitas jempolan saat masih aktif bermain, namun banyak orang meragukan kemampuan Zenga sebagai pelatih. Tak salah memang, sebab karier kepelatihan Zenga lebih banyak diisi dengan bergonta-ganti klub yang tak jarang berujung pada pemecatan. Padahal, ia pun sebenarnya juga memiliki catatan bagus, yakni saat membawa Red Star Belgrade meraih double winners pada musim 2005/2006.

Di Catania, debut Zenga terbilang mulus. Stadio Angelo Massimino menjadi saksi saat ia membawa anak-anak asuhannya membekuk Napoli dengan tiga gol tanpa balas. Tak heran, kini suara-suara bernada sanjungan menghampiri Zenga. Salah satunya, dari mantan pelatihnya di Inter Milan, Giovanni Trapattoni.

“Walter (Zenga) bakal melakukan pekerjaannya dengan baik. Sebab, ia mampu menghilangkan “korsleting” pada pemain dan memiliki alasan untuk menjadi seorang pelatih,” ujar Mr. Trap pada La Stampa. Ia menambahkan “Ia telah belajar dari pengalamannya di seluruh dunia.”

“Sejujurnya apa yang ia perbuat sungguh membuat saya terkejut. Saya masih ingat, ketika masih menjadi pemain, ia adalah orang yang kurang ajar dan besar mulut. Di hari saya meninggalkan Inter, tak penah terpikirkan kalau suatu saat ia akan menjadi pelatih,” kenang Trapattoni. “Bagaimanapun ia telah mengganti citra seperti itu. Ia telah melakukan segalanya untuk dirinya, tanpa bantuan siapapun, dan ia harus bangga akan hal itu.”

Bahkan, arsitek Timnas Irlandia ini menyayangkan fakta bahwa Zenga baru memulai kariernya di Italia. “Ia telah melakukan pekerjaan bagus dalam menangani Catania. Tampaknya, ia bisa belajar dari pekerjaan (melatih tim) yang dilakukan sebelumnya. Mungkin, ia seharusnya kembali ke Italia lebih awal,” tutup Trapattoni.

Baca selengkapnya >>>

Lagi, Garansi Bagi Ancelotti


Lagi, kabar yang pantas disambut suka cita oleh Carlo Ancelotti. Jabatannya sebagai pelatih AC Milan dipastikan bakal langgeng, minimal, untuk satu musim ke depan. Kali ini, kabar ini datang langsung dari pucuk pimpinan klub, Presiden Rossoneri, Silvio Berlusconi.

Sebagaimana diketahui, gara-gara anjloknya performa Paolo Maldini dkk di sepanjang musim ini, sosok Ancelotti menjadi sorotan luas media massa Italia. Kegagalan Milan meraih gelar scudetto, kalah bersaing dengan tim rival sekota, Inter Milan, plus tumbangnya Maldini dkk di babak 16 besar Liga Champions dari Arsenal kian memojokkan mantan pelatih Juventus berusia 48 tahun itu.

Salah satu spekulasi yang hangat menjadi perbincangan publik adalah kemungkinan Milan menunjuk pelatih yang sukses mengantarkan Timnas Italia meraih gelar juara dunia di PD 2006 lalu, Marcello Lippi. Untung bagi Ancelotti, gencarnya isu yang dilansir media massa mendapat bantahan dari Wakil Presiden Klub, Adriano Galliani (Baca: Milan Masih Percayai Ancelotti).

Rupanya pernyataan itu belum cukup. Seiring dengan masih sulitnya Rossoneri meraih tiket terakhir untuk melaju ke kualifikasi Liga Champions, isu Ancelotti tetap terdengar kencang. Karena itulah, Berlusconi angkat bicara.

“Ancelotti adalah bagian dari keluarga Milan. Jadi, ia bakal tetap berada di sini (melatih tim) tahun (musim) depan,” tegas Berlusconi, mantan Perdana Menteri Italia, seperti yang dikatakannya kepada stasiun radio di Italia, Radio Radio.

Selain menyatakan penegasannya soal masa depan Ancelotti, Berlusconi kembali memberikan sinyal di bursa transfer musim panas mendatang, Milan bakal mencoba sekuat mungkin untuk dapat memboyong bintang Barcelona, Ronaldinho, ke San Siro.

Setelah terdengar adanya upaya pendekatan yang dilakukan kubu Manchester City, agen sekaligus kakak Ronaldinho, Roberto de Assis Moreira, memberi bantahan jika klien dan adiknya itu bakal meninggalkan Nou Camp di akhir musim.

Meski demikian, Berlusconi tak mau menyerah begitu saja. “Kami akan melakukan segala-galanya untuk membawa Ronaldinho ke Milan. Sebab, ia pernah menyatakan tidak akan bergabung bersama tim mana pun di dunia ini, selain kami (Milan). Sebab, kami adalah jawara dunia,” tandas Berlusconi sesumbar.

Lagipula, “Ada motivasi lain di balik keinginan Ronaldinho bergabung bersama kami. Yaitu, di sini (Milan) banyak rekannya sesama pesepakbola asal Brasil. Plus, Milan pun selalu memperlakukan setiap pemain dengan adil,” terang sang presiden seperti yang dikutip Goal.

Baca selengkapnya >>>

Giovinco Merasa Belum Saatnya Masuk Timnas


Sampai giornata ke-33, Empoli masih bersimbah peluh berjuang menghindari zona degradasi. Berbagai upaya dilakukan seperti mengganti pelatih yang dilakukan pada akhir Maret lalu (Baca: Dari Malesani Kembali ke Cagni). Toh, hasilnya belum mereka petik. Klub berjuluk Azzuri ini masih menempati papan bawah klasemen dengan koleksi 29 poin, sama dengan yang dimiliki Cagliari dan Livorno.

Dilihat sepintas, skuad Empoli memang tidak dihuni pemain-pemain nomor satu Italia. Namun, di antara sederet nama-nama kurang bersinar pemain Empoli, dapat ditemukan sesosok pemain muda Italia dengan penuh bakat, Sebastian Giovinco.

Sejak dipinjamkan oleh Bianconerri di awal musim, Giovinco telah memberi kontribusi maksimal bagi Empoli. Beberapa kali ia menjadi penyelamat Empoli lewat permainan serta gol-golnya ke gawang lawan. Bahkan golnya di menit-menit akhir saat Empoli menjamu AS Roma, mendapat banyak pujian dari media-media Italia sebagai salah satu gol terindah di Serie A.

Atas penampilan menawan tersebut, kini terdapat suara-suara yang menginginkan Giovinco dapat bergabung dalam Timnas Italia asuhan Roberto Donadoni. Apa reaksi sang pemain? Ternyata Givinco merasa bahwa dirinya tidak mungkin bergabung dengan Timnas Italia. “Kita semua tahu bahwa tidak mungkin saya dapat ikut ke Piala Eropa 2008. Maka, tidak ada yang perlu dibicarakan tentang hal itu,” tukas pemain 21 tahun ini seperti dilansir Goal. “Tentu saja saya merasa senang dengan pembicaraan seperti itu, namun tidak lebih. Suatu hari, seperti yang dilakukan orang lain, saya berharap dapat mencapainya, namun saat ini hal tersebut terlihat tidak nyata,” imbuhnya lagi.

Giovinco mengakui bahwa dirinya sangat menikmati bermain bagi Empoli sepanjang musim ini, meski harus berjuang keras menyelamatkan klub tersebut dari ancaman degradasi. “Ini benar-benar tahun yang positif. Saya bahagia dengan apa yang telah saya lakukan sejauh ini. Saya ucapkan terima kasih pada Empoli atas kesempatan yang telah diberikan, dan jika suatu hari saya kembali ke Turin (Juventus), ucapan terima kasih patut diberikan lagi atas semua pengalaman ini,” tutur Giovinco.

Melihat performa Giovinco, muncul suara-suara dari Juventini agar klubnya segera menarik kembali dirinya dari Empoli. Meski demikian, pemain kelahiran Turin ini menyatakan bahwa hal tersebut baru akandipikirkan pada akhir musim nanti. “Kita lihat saja di akhir musim, saat ini saya hanya memikirkan Empoli. Perhatian dari para fans (Juventus) membuat saya bahagia, namun saya masih harus membuktikan sesuatu. Saya akan menjadi orang munafik jika mengatakan tidak ingin kembali ke Turin dan bermain untuk Juve, namun ini bukan saatnya untuk membicarakan hal itu

Baca selengkapnya >>>

Juve atau Madrid, Amauri?


targe
Performa Amauri Carvalho de Oliveira bersama Palermo terbilang menawan. Sejak dibeli dari Chievo Verona pada 2006 lalu, Amauri menyumbang 22 gol dari 34 penampilannya di Serie A Italia. Satu catatan yang menunjukkan betapa konsistennya striker berusia 27 tahun itu dalam urusan membobol gawang lawan.

Tidaklah mengherankan jika banyak klub besar Eropa berusaha meminangnya. Dari pernyataan yang keluar dari Amauri sendiri, striker berdarah Brasil itu mengungkapkan keinginannya merasakan persaingan di level elite: Liga Champions (Baca: Amauri Buka Jalan Tinggalkan Palermo).

Berbulan-bulan Juventus dikabarkan memantau kesempatan untuk mendapatkan jasanya. Striker yang tengah menunggu keluarnya paspor Italia ini diyakini berada di urutan pertama daftar belanja Juve. Semakin tergiur saja Bianconeri melihat performa terakhirnya. Dua gol disumbangkan Amauri yang membuat Palermo menang 3-2 dari Juve, Minggu lalu.

Sporting Director Juve, Alessio Secco dikabarkan telah menghubungi Presiden Rosanero, Maurizio Zamparini. Topik yang dibicarakan tidak lain besarnya fee yang akan meluluskan kepindahan Amauri dari Sisilia ke Italia daratan. Juve yang berhasrat meremajakan lini depannya bersedia membayar 15 juta euro (sekitar Rp 216 miliar).

Keinginan Juve bak gayung bersambut. Amauri juga menyatakan harapannya deal bisa tercapai. “Alessandro Del Piero seorang (pemain) juara. Bermain bersamanya adalah satu kehormatan. Bergabung dengan pemain seperti David Trezeguet dan Del Piero merupakan sebuah impian. Buatku juga,” kata Amauri, seperti dikutip Football Italia. “Saya akan sangat bangga bermain untuk Juve. Kita lihat saja nantinya.”

Tapi Juve tidak mendapat kenyamanan untuk melenggang sendirian dalam berburu Amauri. Klub raksasa Spanyol, Real Madrid dilaporkan ikut meramaikan bursa. Menurut media massa Italia, Los Merengues bersedia menggelontorkan bujet sebesar 25 juta euro atau lebih dari Rp 360 miliar. Kalau urusan dana segar, jelas Juve bakal kelimpungan untuk menandingi tawaran Madrid. Tapi, Bianconeri punya cara lain.

Demi memuluskan rencana, Juve menyiapkan proposal dengan peminjaman beropsi kepemilikan pemain muda berbakat Sebastian Giovinco dan menjual Marco Marchionni. Dana penjualan Marchionni untuk menutup permintaan Palermo, atau jika berminat bisa di-swap atau ditukar dalam satu paket transfer.

Madrid antusias memburu seorang striker murni. Amauri diusung sebagai suksesor Ruud van Nistelrooy yang musim ini banyak waktunya terbuang akibat dibelenggu cedera. Yang menarik, Madrid tidak berpaku pada Amauri. Kandidat juara La Liga itu juga menimbang nama Karim Benzema (Olympique Lyon) dan Klaas-Jan Huntelaar (Ajax Amsterdam).

Baca selengkapnya >>>

Nedved: Untung Saja!


Gelandang veteran Juventus, Pavel Nedved telah melewati masa khawatir. Mantan anggota Timnas Republik Ceska itu keluar meninggalkan rumah sakit dan langsung menyatakan kebahagiannya tidak mengalami cedera serius seperti apa yang ditakutkan.

Nedved mengalami cedera di kepala akibat berbenturan dengan pemain Palermo yang menjadi lawan Juventus, Minggu atau Senin dinihari (WIB) kemarin. Ia termasuk dalam starting line-up di Stadio Renzo Barbera tapi sayang cedera menerpa dan hanya bermain 23 menit. Ia tidak mampu melanjutkan pertandingan setelah bertabrakan dengan Roberto Guana.

Dari hasil pemeriksaan atau proses pemindaian menunjukkan tidak ada kerusakan serius seperti yang ditakutkan. Tapi walaupun tidak berarti apa-apa, Nedved tetap menginap di Santa Sofia Hospital, di Palermo. Tak dapat dipungkiri Nedved lega dengan berita itu.

“Saya baik-baik saya. Jauh lebih baik di banding hari kemarin,” kata Nedved seperti dikutip Sky Italia. “Sekarang saya bisa santai. Terlebih saya senang Guana tidak mengalami sesuatu hal yang berbahaya.” Nedved sangat ngeri dengan tabrakan adu kepala karena tiga tahun lalu mantan anggota skuad Lazio itu mengaku pernah merasakan hal serupa. Pastinya ia tidak ingin kejadian seperti itu terulang lagi.

Kekalahan 2-3 di Stadio Renzo Barbera membuat kans Bianconeri meraih scudetto musim ini secara realistis bisa dikatakan pupus. Dua kali Palermo memimpin melalui Amauri . Alesandro Del Piero dua kali berhasil menyamakan kembali skor, sebelum pertandingan usai oleh Mattia Cassani. Walau masih memiliki tabungan satu partai tapi poin Juventus tertinggal 14 dibanding Inter Milan.

Nedved yang tidak menyelesaikan pertandingan dibuat kecewa. “Malu rasanya kami tidak mampu menuntaskan pertandingan—dengan kemenangan—setelah dua kali mampu menyamakan kedudukan. Palermo memang bermain bagus. Apalagi yang memastikan kemenangan mereka (Palermo) adalah Cassani, mantan pemain Juventus," imbuhnya.

Nedved selanjutnya dalam beberapa hari ke depan merencanakan terbang ke Turin. Demi membantu Juventus ke Liga Champions, Nedved berharap masa pemulihan tidak memakan waktu lama. Nedved bahkan berharap bisa segera kembali menjalani rutinitas berlatih keesokan harinya.

Baca selengkapnya >>>