Musim 2007/2008 merupakan musim perdana bagi Luca Toni memperkuat Bayern Muenchen. Bahkan ini merupakan musim perdana Toni berlaga di Bundesliga. Namun demikian, Toni tidak terlihat sukar beradaptasi dengan sepakbola Jerman. Terbukti, sampai pekan ke-28 Bundesliga, Toni masih menjadi top skorer dengan torehan 18 gol.
Dua pertandingan terakhir Muenchen menjadi bukti betapa tajamnya mantan striker Fiorentina ini. Toni menggila dengan empat gol sumbangan ke gawang dua tim pada dua ajang berbeda. Dua gol pertama ia bukukan kala menghadapai Getafe di ajang Piala UEFA, sedangkan dua gol lainnya ia buat saat Muenchen melumat Borussia Dortmund dengan skor 5-0 Minggu (13/04) kemarin.
Performa Toni membuat banyak orang kagum, termasuk rekannya sendiri, Frank Ribery. Kepada France Football, Ribery tanpa malu-malu melayangkan pujiannya pada Toni. “Luca (Toni) adalah striker natural. Ia menjadikan setiap peluang menjadi sebuah gol. Ia benar-benar merupakan rubah di dalam kotak (penalti). Ia juga merupakan pribadi yang sederhana dan menyenangkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami memiliki saat-saat menyenangkan dengannya,” tutur Ribery.
Kini, Toni, Ribery, dan pemain-pemain bintang Muenchen lainnya sedang mempersiapkan diri untuk laga final Piala Jerman yang akan dilangsungkan Sabtu (19/04) ini. Pada partai ini, Muenchen berhadapan dengan Dortmund. Ini berarti mereka akan berjumpa Dortmund untuk kedua kalinya dalam sepekan ini.
Meski pada pertandingan sebelumnya Muenchen meraih kemenangan besar, namun Toni sama sekali tidak menganggap remeh lawannya tersebut. Apalagi pertandingan ini merupakan partai final, di mana terkadang tim yang tidak diunggulkan malah dapat mencuri kemenangan. “Mereka (Dortmund) pasti akan menampilkan wajah yang berbeda di kejuaraan ini (Piala Jerman). Semua tergantung pada kami (Muenchen) untuk menangani tim lawan dengan lebih serius,” papar Toni.
Meski demikian, sejarah memihak Muenchen. FC Hollywood telah meraih Piala Jerman sebanyak 13 kali, sangat jomplang dengan dua gelar juara milik Dortmund. Apalagi, empat gelar terakhir Muenchen diraih pada era 2000-an, yakni 2000, 2003, 2005, dan 2006. Sedangkan dua gelar milik Dortmund diraih pada 1965 dan 1989.
source: www.liputanbola.com
Sanjungan Ribery pada Toni
Maduro Siap Tampil di Final
Pelatih Valencia, Ronald Koeman bisa sedikit bernapas lega jelang partai final Copa del Rey, Rabu (16/04) atau Kamis dinihari—WIB. Pada kesempatan emas mempersembahkan gelar pertama bagi Valencia dan juga mengurangi tekanan yang mendera selama menjejakkan kaki di Mestalla, Koeman bisa menurunkan penuh kekuatan menghadapi Getafe.
Ya, Valencia dan Getafe akan unjuk kebolehan memperebutkan trofi yang dikenal juga sebagai Piala Raja Spanyol tersebut di Vicente Calderon. Satu pemain terakhir yang pulih dari cedera yakni kompatriot Koeman, Hedwiges Maduro. Kehadiran gelandang internasional Belanda itu tentu membuat Koeman bisa tersenyum jelang partai yang kabarnya jadi pertaruhan jabatan Koeman.
Maduro menderita permasalahan pada otot kaki kirinya ketika Los Che menyerah 0-3 dari Real mallorca pada 30 Maret lalu. Pemeriksaan tim medis pada awalnya memprediksi bahwa mantan gelandang Ajax Amsterdam ini tidak akan siap untuk final Copa del Rey. Namun waktu menjawab lain.
Waktu pemulihan Maduro berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan. Senin ini, Marca melaporkan bahwa ia sudah menjalani latihan penuh bersama rekan-rekan lainnya. Itulah yang membuat Maduro dianggap sudah siap untuk ikut berlaga menemani Ruben Baraja di sektor tengah. Untuk pertama kalinya Koeman berkesempatan bisa menurunkan trio Maduro, Baraja dan Ever Banega. Paling tidak Maduro bisa dimasukkan di tengah pertandingan.
Dari latihan yang dilakukan, Koeman sangat mempersiapkan skuadnya. Gemblengan fisik dilengkapi dengan game penguasaan bola dan pressing lawan juga ditekankan agar Baraja dkk siap tampil kontra Azulones. Setelah menyelesaikan sesi latihan. Masih ada porsi tambahan untuk barisan penyerang.
David Villa, Juan Mata, Joaquin Sanchez, Javier Arizmendi dan Nikola Zigic tetap berada di lapangan di bawah pengawasan asisten pelatih Jose Maria Bakero. Villa sepertinya dipersiapkan sebagai penyerang tengah dengan ditopang dua penyangga yang bermain melebar. Zigic dipersiapkan sebagai pelapis dari strategi permainan sayap.
source: www.liputanbola.com
Moyes Sesali Penjualan McFadden
Peluang Everton untuk dapat menggeser Liverpool di posisi empat besar klasemen praktis tertutup setelah dalam lanjutan laga premiership di pekan ke-34 yang digelar di St Andrews Stadium, pasukan David Moyes hanya mampu meraih satu poin hasil main imbang 1-1 dengan tuan rumah Birmingham City.
Alhasil, selisih jumlah perolehan poin The Toffees dan The Reds semakin melebar menjadi lima poin. Secara matematis, dengan empat partai tersisa, Phil Neville dkk masih memiliki kesempatan untuk menyalip Liverpool. Tapi, melihat performa dan jadwal kedua tim, nyaris mustahil Everton untuk menggapai ambisi meraih tiket ke kualifikasi Liga Champions musim depan.
Kegagalan Everton mendulang poin penuh di St Andrews tidak terlepas dengan absennya sejumlah pemain kunci yang dibekap cedera. Seperti, gelandang elegan asal Australia, Tim Cahill, playmaker asal Spanyol, Mikel Arteta, dan si pekerja keras Leon Osman. Alhasil, melawan skuad Alex McLeish, Moyes hanya bisa mengandalkan striker asal Nigeria, Aiyegbeni Yakubu sebagai ujung tombak.
Moyes mengakui faktor cedera yang melilit para pemain pilar timnya yang membuat kans Everton tertutup. Karena itu, Moyes menyesali keputusannya di bursa transfer musim dingin Januari 2008 lalu yang mengizinkan penjualan salah seorang strikernya, James McFadden ke Birmingham.
Penyerang asal Skotlandia berusia 25 tahun itu diboyong McLeish dengan nilai transfer sebesar lima (5) juta pound pada 18 Januari (Baca: Rp 92,5 Miliar, Birmingham Pinang McFadden). “Anda bisa saja memiliki pemain sebanyak yang Anda suka. Tapi, tetap saja, Anda butuh para pemain terbaik. Saat ini kami terlalu banyak kehilangan mereka (pemain inti),” kata Moyes seperti yang dikutip Team Talk.
“Andaikata saja kami tahu hal ini (cedera pemain) akan terjadi, kami mungkin tidak akan begitu saja melepaskan James pergi meninggalkan kami di bulan Januari. Ia merupakan seorang pemain yang sangat baik. Ia selalu tampil baik bersama Everton. Ia pun tampil gemilang bersama Birmingham,” ujar Moyes memuji striker yang telah mengoleksi 13 gol bagi Tartan Army.
“Terang saja, dengan hanya mendulang empat poin dari dua laga kami tidak mampu memaksimalkan potensi tim. Itu disebabkan kami kehilangan para pemain yang begitu vital kontribusinya bagi tim. Kami akui di sejumlah lini, depan dan tengah, kami kekurangan pemain,” aku Moyes.
source: www.liputanbola.com
MU Tutup Peluang Arsenal
Tiga musim tanpa satu gelar pun. Itulah nasib Arsenal dan Arsene Wenger. Secara matematis, kekalahan 1-2 (0-0) saat bertandang ke Old Trafford, kandang seteru abadi, Manchester United, Minggu (13/4), memang tidak serta merta menutup peluang The Gunners meraih gelar premiership di musim ini. Tapi, dengan empat partai tersisa dan tertinggal sembilan poin, nyaris mustahil bagi Francesc Fabregas dkk untuk menyamai atau bahkan melampaui perolehan nilai MU.
Wenger pantas mengutuk ‘ketidakbecusan’ Emmanuel Adebayor yang gagal mencetal gol meski telah berada dalam posisi yang sangat bebas untuk menjebol gawang Edwin van der Sar. Wenger pun pantas meratapi nasib timnya yang dijauhi dewi fortuna. Pasalnya, dalam laga penentuan ini, Arsenal boleh dibilang unggul peluang dari MU di sepanjang babak pertama sampai awal babak kedua.
Melayani tantangan Arsenal, Sir Alex Ferguson, seperti diperkirakan sebelumnya, memasang formasi striker tunggal plus lima gelandang. Park Ji-Sung yang tampil gemilang saat partai lawan Roma kembali diberi kesempatan sebagai starter. Di lain pihak, Wenger yang kehilangan Flamini mengubah formasi di lini belakang dengan memainkan Alexander Song Billong.
Unggul ball possession, Fabregas dkk berkali-kali mampu mengancam gawang MU. Di menit ke-13, misalnya, tendangan Adebayor meneruskan sodoran Emmanuel Eboue masih dapat diblok Rio Ferdinand. MU membalas lewat sundulan Ji-Sung yang masih melebar. Adebayor kembali mendapat peluang emas. Setelah melakukan kerja sama satu-dua dengan Fabregas, tendangannya masih tepat dalam pelukan Van der Sar.
Peluang terbaik bagi Arsenal dan Adebayor didapat di menit ke-33. Lewat akselerasi Aleksander Hleb, Adebayor berada dalam posisi satu lawan satu dengan Van der Sar. Sayang, peluang 99 persen gol itu melayang ketika tembakan striker Timnas Togo itu justru sangat lemah dan kembali mendarat di pangkuan Van der Sar. Sampai jeda kedudukan masih tetap 0-0.
Baru dua menit setelah Howard Webb meniup peluit kick-off babak kedua, Adebayor membalas lunas kesalahannya di babak pertama. Melihat pergerakan Van Persie di sayap kiri, Adebayor berkelit di antara penjagaan Ferdinand dan Michael Carrick. Umpan silang Van Persie disambutnya dengan sundulan yang tak mampu diselamatkan Van der Sar. Gol ke-26 bagi Adebayor di semua kompetisi. 1-0 untuk Arsenal.
MU tersengat. Tapi, justru semenit kemudian, gawang Van der Sar nyaris kebobolan akibat ‘ulah’ Ferdinand yang bermaksud menghalau bola Adebayor. Beruntung Van der Sar dengan gemilang mentip bola. Upaya anak-anak Ferguson membuahkan hasil di menit ke-54 lewat tendangan penalti dua kali yang dilakukan Ronaldo. Hadiah penalti diberikan wasit Webb yang melihat kapten Arsenal, William Gallas menyentuh bola dengan tangannya. 1-1.
Guna menambah daya dobrak tim, Ferguson melakukan dua pergantian pemain sekaligus, menarik Paul Scholes dan Ji-Sung dengan menurunkan Carlos Tevez dan Anderson. MU mulai menguasai jalannya permainan. Wenger membalas taktik Ferguson dengan menurunkan Theo Walcott. Tendangan Tevez dari jarak 27 meter tipis melebar dari gawang Jens Lehmann.
Suasana di Old Trafford gegap gempita ketika MU berbalik unggul 2-1 di menit ke-72 lewat tendangan bebas Owen Hargreaves dari jarak 22 meter. Diyakini, para pemain Arsenal menduga tendangan bebas itu bakal diambil Ronaldo. Alhasil, pagar betis The Gunners tak banyak bereaksi ketika Hargreaves mengeksekusi bola tersebut.
Di sisa waktu pertandingan, Arsenal berupaya keras menyamakan kedudukan. Wenger memasukkan si jangkung Nicolas Bendtner. Sayang, dua kali sundulan Bendtner di penghujung pertandingan masih dapat diselamatkan Van der Sar. Skor 2-1 tetap bertahan sampai peluit akhir berbunyi.
Berbekal tambahan tiga poin, jalan bagi MU untuk mempertahankan gelar Liga Premier semakin terbuka. Dengan unggul enam angka dari Chelsea yang baru akan bertanding Senin besok, partai antara kedua tim di Stamford Bridge, 26 April mendatang bakal jadi partai final premiership di musim ini.
source: www.liputanbola.com
Inter Terus Melaju
Inter Milan kembali melaju dalam perlombaan merebut scudetto. Kemenangan 2-0 (0-0) atas Fiorentina pada lanjutan Serie A yang digelar Minggu (13/04)
membuat Inter kembali menjauhkan diri dari kejaran Roma. Kini, Inter unggul empat poin atas seterunya tersebut.
Dalam pertandingan ini, Inter harus kehilangan Nelson Rivas karena cedera. Rivas “menyusul” rekan-rekannya di lini belakang yang telah lebih dulu absen karena cedera, yakni Walter Samuel dan Ivan Cordoba. Zlatan Ibrahimovic juga masih belum dapat merumput akibat masalah pada lututnya. Untuk itu, Roberto Mancini memasang duet Mario Balotelli-Julio Cruz di lini depan.
Fiorentina menatap pertandingan ini dengan penuh rasa optimis. Pasalnya, pada pertandingan tengah pekan lalu, La Viola sukses menaklukkan PSV Eindhoven di perempat final Piala UEFA. Walau begitu, terdapat sedikit rasa cemas di benak para pemain. Sebab, Fiorentina juga kehilangan Marco Donadel yang masih harus menjalani hukuman, dan Franco Semioli yang dibekap cedera.
Fiorentina memiliki peluang terlebih dahulu saat sundulan Santana terarah ke gawang Julio Cesar, namun sundulannya masih melebar. Beberapa saat kemudian, kecerobohan Marco Materazzi membuat Ricardo Montolivo dapat menembakkan bola ke gawang Inter. Beruntung bagi Inter, sepakan tersebut tidak menjadi gol lantaran membentur tangan Cesar.
Inter mencoba menekan Fiorentina, namun mereka belum dapat memetik hasilnya. Berkali-kali Sebastian Frey melakukan penyelamatan gemilang. Di sisi lain, Fiorentina juga bukannya tanpa peluang. Beberapa kali pula, kerjasama Adrian Mutu, Zdravko Kuzmanovic, dan Giampaolo Pazzini membuat lini belakang Inter serta Cesar kewalahan menghadapinya. Namun demikian, peluang-peluang tersebut tidak satupun yang mampu diwujudkan menjadi gol. Sampai turun minum, skor tetap imbang tanpa gol.
Sepuluh menit babak kedua berlangsung, Inter memecah kebuntuan. Patrick Vieira yang berhasil melepaskan diri dari penjaganya, tanpa kesulitan mengirim bola pada Esteban Cambiasso. Tidak menyia-nyiakan peluang, Cambiasso langsung melepaskan tembakan susulan ke gawang Roma. Kali ini Doni.
Inter akhirnya memperbesar keunggulan mereka. Adalah bintang muda, Mario Balotelli, yang menjadi aktornya. Balotelli yang berhasil lolos dari perangkap ofii side berlari menyongsong umpan terbosan Cruz.. Tanpa menemui kesukaran Balotelli mencetak gol kedua Inter. Dan, hasil ini pun bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
source: www.liputanbola.com
Untung bagi Madrid, Apes bagi Villarreal
Real Madrid berhasil memperbesar peluangnya untuk mempertahankan gelar jawara La Liga, setelah dalam lanjutan laga di pekan ke-32 yang digelar di kandang sendiri,
Santiago Bernabeu, mengungguli tamunya, Real Murcia, 1-0 (0-0). Satu-satunya gol kemenangan Los Merengues dicetak gelandang asal Belanda, Wesley Sneijder di menit ke-53 babak kedua.
Pasukan Bernd Schuster butuh perjuangan ekstra keras dan bantuan dewi fortuna untuk dapat meraih tiga poin maksimal di partai kandang yang ke-16 kalinya di sepanjang musim ini. Pasalnya, sejak menit ke-20 babak pertama, Raul Gonzalez dkk terpaksa harus tampil dengan 10 pemain ketika bek sayap, Miguel Angel Torres diganjar kartu merah langsung oleh wasit Eduardo Iturralde Gonzalez karena melakukan pelanggaran keras terhadap striker Murcia, Dani Aquino.
Di awal babak pertama, meski berstatus tim tamu, pasukan Javier Clemente yang sedang berupaya meraih poin sebanyak-banyaknya guna menghindari jerat degradasi, tampil agresif. Hanya lima menit setelah kick-off, sundulan Cesar Arzo meneruskan tendangan bebas Quique De Lucas hanya bergulir tipis dari tiang gawang Iker Casillas.
Ketika pertandingan memasuki menit ke-15, Madrid mulai mengambil alih kendali jalannya permainan. Setelah palang pintu Pepe diganjar kartu kuning, tak lama kemudian Torres harus meninggalkan lapangan pertandingan. Murcia mulai kembali menyerang. Sepuluh menit kemudian, Guti dihadiahi kartu kuning karena diving. Beruntung bagi Madrid, tindakan Guti yang menendang bola ke luar masih dimaafkan Gonzalez. Sampai jeda kedudukan masih imbang tanpa gol.
Setelah peluang Raul di lima menit pertama babak kedua terbuang percuma, Madrid berhasil menjebol gawang Fabian Carini lewat tendangan indah Sneijder. 1-0 untuk Madrid. Murcia berusaha mempertajam daya dobrak serangannya. Beberapa menit kemudian, lagi-lagi Los Blancos beruntung ketika aksi bek kiri Marcello terhadap striker Henok Goitom di kotak 16 meter tidak dianggap sebagai pelanggaran.
Clemente memasukkan striker Rosiner dan menarik gelandang Enrique De Lucas. Schuster menjawabnya dengan menambah punggawa di lini pertahanan, bek Michel Salgado dan menarik keluar Robinho. Sepuluh menit menjelang bubaran, Schuster kembali memainkan pemain dengan naluri bertahan, Royston Drenthe dan Mahamadou Diarra. Alhasil, serangan sporadis Murcia tak mampu menembus pertahanan Madrid yang digalang Pepe dan Gabriel Heinze.
Sementara itu, dalam pertandingan penutup di minggu ini yang digelar di Estadio Mediterraneo, tuan rumah Almeria, akhirnya berhasil meraih ambisinya mendulang tiga poin maksimal sebagai upaya membuka jalan bersaing memperebutkan tiket Eropa, setelah dengan susah payah menaklukkan perlawanan alot Villarreal 1-0 (0-0).
Mirip dengan apa yang terjadi di Bernabeu, kali ini tim tamu yang harus puas tampil dengan 10 pemain sejak menit ke-18 babak pertama ketika kiper utama The Yellow Submarine, Diego Lopez mendapat kartu merah langsung akibat pelanggarannya di kotak 16 meter terhadap Albert Cusat. Sayang bagi Almeria, eksekusi penalti yang diambil striker utama Alvaro Negredo melambung jauh di atas mistar gawang yang dikawal kiper cadangan Juan Carlos.
Awalnya, Carlos tampil gugup, beberapa kali gagal menangkap bola dengan sempurna. Bahkan, tepisan Carlos yang dimaksudkan menghalau tendangan Crusat nyaris berbuah gol bunuh diri. Beruntung bek Sebastian Eguren bertindak cepat dan mengamankan gawangnya dari kebobolan.
Di babak kedua, pasukan Unai Emrey terus mengepung pertahanan Villarreal yang digalang Pascal Cygan. Beberapa kali Carlos tampil gemilang, termasuk aksi terbangnya mentip bola hasil sundulan Negredo. Namun, tujuh menit menjelang bubaran, Carlos membuat kesalahan kecil yang akibatnya fatal.
Sundulan pemain pengganti, striker asal Serbia, Veljko Paunovic sebenarnya berhasil diantisipasi dengan baik oleh Carlos. Sayang, arah bola tepisannya justru mengarah ke tiang jauh yang langsung disambar oleh kapten Almeria, Santiago Acasiete. 1-0 untuk Almeria. Di injury time, tim tamu nyaris menyamakan kedudukan. Sayang, tendangan Javi Venta justru melebar jauh dari sasaran. Sampai peluit akhir, kedudukan 1-0 tetap bertahan.
Dengan kekalahan ini, Villarreal gagal kembali ke posisi dua besar sekaligus melangkahi Barcelona. Kini, pasukan Pellegrini tertinggal satu poin dari Los Blaugrana dan 10 angka dari Madrid.
source: www.liputanbola.com
Muenchen Hantam Dortmund Lima Gol Tanpa Balas
Gelar juara Bundesliga terasa makin merapat ke Bayern Muenchen. Kemenangan besar 5-0 (4-0) mereka atas Borussia Dortmund
pada pertandingan lanjutan bundesliga yang digelar Minggu (13/04) menjadi salah satu pertanda. Selain meraih poin tiga yang menjauhkan mereka dari kejaran Werder Bremen menjadi sepuluh poin, kemenangan besar ini juga menjadi bukti betapa berbahayanya Muenchen. Ada satu fakta menarik tentang pertemuan Muenchen- Dortmund ini, yakni mereka akan kembali bertemu pada partai final DFB Pokal sepekan lagi.
Muenchen hanya membutuhkan tiga menit untuk memulai pesta golnya. Kerja sama antara Christian Lell-Luca Toni-Lukas Podolski, membuat Podolski leluasa menembakkan bola ke gawang Dortmund. Tembakannya pun tidak mampu dihentikan kiper Dortmund, Marc Ziegler. Muenchen menambah koleksi golnya lima menit berselang. Umpan silang Phillip Lahm yang sedianya ditujukan bagi Toni gagal disambar oleh pemain Italia tersebut. Namun, Ze Roberto tidak membiarkan peluang tersebut terbuang percuma. Ia berhasil menyongsong bola tersebut dan tembakan kaki kirinya mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Memasuki menit ke-18, Muenchen terus menambah perbendaharaan golnya. Luca Toni turut mencatatkan namanya dalam daftar pencetak gol hari ini. Diawali dengan kejelian Willy Sagnol yang melihat Toni berada dalam posisi cukup bebas, ia pun mengirim umpan terobosan pada Toni. Tanpa kesulitan, Toni menyongssong bola tersebut, sebelum kemudian menceploskan bola tersebut masuk lagi ke gawang Dortmund.
Para pendukung Muenchen hanya perlu menunggu selama empat menit sebelum lahirnya gol keempat.. Kembali, Toni menjadi pencetak gol bagi Muenchen. Tembakan voli Toni menyambut umpan Ze Roberto semakin menambah kesedihan pihak Dortmund. Gol, kedudukan kini 4-0 hanya dalam waktu 22 menit.
Setelah unggul 4-0 dalam waktu singkat, Muenchen mulai mengendurkan tekanan. Bahkan Ottmar Hitzfeld memainkan kiper muda mereka, Michael Rensing, dan menarik keluar Olliver Kahn. Peluang ini coba dimanfaatkan skuad Thomas Doll untuk, minimal memperkecil ketertinggalan. Sayangnya, seberapa keras pun mereka berusaha, tetap saja gagal. Justru Muenchen yang menghasilkan gol kelima pada menit ke-67 lewat tembakan kaki kanan menyambut umpan Podolski.
Source: www.liputanbola.com
